Jumat, 16 Maret 2012

Bab II Memahami Bahasa Inggris Hukum dalam Kata


BAB II
MEMAHAMI BAHASA HUKUM DALAM KATA
I.      Kata Sandang (articles)
Kata sandang terdiri atas : a, an dan the. Kata sandang a dan an digunakan untuk menunjuk segala yang belum pasti, atau menunjukkan sesuatu yang jumlahnya satu (sebuah, seekor, seorang). Kata sandang a digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dimulai dengan huruf mati (consonant: a judge, a court, a defendant, a claim dsb.). Kata sandang an digunakan untuk menunjuk sesuatu yang dimulai dengan huruf hidup (vocal: an accused, an advocate, an injury dsb.). Kata sandang the digunakan untuk menunjuk sesuatu yang sudah kongkrit, sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya (the judge, the court, the defendant, the accused). 
          Berikut dapat ditunjuk beberapa contoh penggunaan kata sandang a, an, dan the.
  1. Mr. Mariun is a judge. He is the judge of Mataram District Court.  
  2. There is a Syari’ah Court in Mataram City. The (Syari’ah) Court located on Pemuda Street, Mataram.
Kata sandang tidak digunakan untuk nama orang dan nama tempat.[1]
Contoh:
Abdullah                   -         an  Abdullah            -            the Abdullah
Selong                               -        a Selong                   -           the Selong
II.    Kata Benda (Noun)
          Kata benda memiliki arti yang sangat penting. Tanpa kata benda (noun) di Inggris, Kata Joanne Kimes “tak satupun dari kita memiliki nama”.[2] Ada dua tipe dasar kata benda dalam bahasa Inggris, proper noun dan common noun. Proper noun adalah nama diri, tempat, dan hal-hal tertentu.[3] Kata benda jenis ini menunjuk kepada orang, tempat, benda, organisasi, institusi, bulan, dan hari tertentu.[4] 
Kata benda ini merujuk kepada Common noun adalah nama dari kelompok (class) orang, tempat atau  hal.[5] Common noun merujuk kepada orang tempat, benda, gagasan, atau kualitas secara umum.[6]   Kata atau frasa: Selong, Mataram University, Muamalat Bank, dan Syari’ah Economic Law adalah proper noun, sedangkan kata atau frasa: statute, share, prosecutor, land, and court decision adalah common noun.
          Perbedaan yang sangat jelas antara proper noun dan common noun adalah hurup awal dari kata-kata dalam proper noun adalah huruf besar (Capital).[7]
Contoh:
Proper Non

Common Noun
Supreme Court of Republic Indonesia

supreme court
Mataram Syari’ah Court

Syari’ah court
Merpati Airline Company

Company
Jangkok River

River
Pemuda Street

Street

          Kadang-kadang  sebuah kata atau frasa memiliki dua kedudukan, yaitu sebagai proper noun dan common noun, seperti kata International Law. Frasa International Law, berkedudukan sebagai proper noun jika digunakan untuk menunjuk nama dari mata kuliah, dan berkedudukan sebagai common naoun jika frase ini menunjuk hukum internasional sebagai salah satu kelompok dalam bidang hukum, sehingga harus ditulis dengan international law.
Perlu diketahui, bahwa bahasa hukum kerap menggunakan kata (benda) dengan pengertian yang berbeda dari pengertian sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh dari kata benda yang dalam bahasa hukum berbeda artinya dengan pengertian sehari-hari.
Noun (Kata Benda)
Arti sehari-hari
Arti dalam bahasa hukum
Act
tindakan, perbuatan
undang-undang
Action
tindakan, perbuatan
gugatan
Sentence
Kalimat
hukuman
Consideration
Pertimbangan
prestasi
Stock
Cadangan
Saham
Work
Bekerja
bangunan

III. Kata Kerja (Verb)
          Kata kerja (verb) dari bahas Latin verbum berarti word, adalah sebuah kata (part of speech) yang dalam ilmu kalimat (sintax) berarti melakukan suatu perbuatan (bring, read, walk, run, learn), atau suatu keadaan mengenai keberadaan sesuatu (be, exist, stand).[8]
Contoh:
English
Indonesia
English
Indonesia
To sue
Menggugat
To accuse
Mendakwa
To tray
Mengadili
To punish
Menghukum
To hit, to cut
Memukul
To attack
Menyerang
To blame
Menyalahkan
To prosecute
Menyalahkan
To release
Melepaskan
To suspect
Menyangka

          Sebagaimana dengan kata benda, kata kerjapun kerap digunakan dalam arti yang berbeda dengan pengertian sehari-hari. Berikut dapat diberikan beberapa contoh.
Kata kerja
Arti sehari-hari
Arti menurut bahasa hukum
-      Try
Mencoba
mengadili
-      Conclude
Menyimpulkan
Menandatangani (traktat, konvensi)

          Bahasa hukum juga kerap menggunakan kata kerja yang kurang dikenal, dan mengesampingkan kata-kata yang digunakan sehari-hari. Berikut ini diberikan beberapa contoh.
Kata-kata yang digunakan sehari-hari
Kata-kata yang dipilih para lawyer
To end
To terminate, to put an end
To use
To employ
To conduct
To  exercise





IV.      Ajektif (Adjective) dan Adverb
Istilah adjective dapat digunakan untuk setiap kata yang  menerangkan noun.[9] Dalam struktur bahasa Inggris.  Ajectif  sebagai keterangan kata benda terletak di depan kata benda.
Contoh:
-      New house
-      Red book
-      Bad behavior
-      Good governance
-      Wise man
-      Beautiful girl
-      Tacit consent
-      Implied consent
-      Public opinion
Namun dalam bahasa Inggris hukum kerap kita jumpai adjective terletak dibelakang kata benda. Berikut disajikan beberapa contoh.
Adjective
Artinya
Comparative law
Perbandingan hukum
Conflict law
Hukum perselisihan
Attorney General
Jaksa Agung
Prosecutor general
Jaksa penuntut umum

V.        Adverb (Keterangan Kata Kerja)
Adverb adalah kata yang berfungsi menerangkan kata kerja, ajektif dan adverb lainnya. Adverb dapat berupa satu kata saja, atau dapat berupa satu unit gramatika (kata, frasa, atau klausa) yang berfungsi sebagai adverb.[10]Jadi, adverbs dapat menerangkan:
Kata kerja (verb): He drove slowly. — How did he drive?
Ajektif:  He drove a very fast car. — How fast was his car?
another adverb (She moved quite slowly down the aisle. — How slowly did she move?)
Adverb kerap berbicara mengenai when (kapan), where (dimana), why (mengapa), atau karena kondisi-kondisi yang menyebabkan sesuatu terjadi atau telah terjadi  (under what conditions something happens or happened).  Adverb kerap diakhiri dengan -ly; namun, banyak kata dan frasa yang tidak berakhir dengan -ly yang berfungsi sebagai adverbial (adverbial function) dan, tidak semua kata yang berujung  -ly adalah adverb. Kata-kata lovely, lonely, motherly, friendly, neighborly, misalnya, adalah adjectives:
That lovely woman lives in a friendly neighborhood.
Kelompok kata yang terdiri atas subyek dan verb dan berfungsi sebagai adverb (menerangkan verb dari suatu kalimat) disebut Adverb Clause:
·         When this class is over, we're going to the movies.
Kelompok kata yang tidak mengandung subyek dan verb disebut adverbial phrase. Prepositional phrases kerap memiliki fungsi adverbial (menyatakan tempat dan waktu, menerangkan verb):
·         He went to the movies.
·         She works on holidays.
·         They lived in Canada during the war.
Menurut English dan John Williamson sebagian besar adverb adalah ajektif dengan menambahkan kata ly, seperti: ‘wisely’, ‘neatly’, ‘foolishly’, sekalipun tidak semua adverb mengikuti pola ini.[11] Mark Lester menyebutkan duapuluh lima kata yang paling umum digunakan sebagai adverb, yaitu: (1) only, (2)  then, (3) now, (4) also, (5)  even, (6)  just, (7) here, (8)  back, (9) still, (10) never, (11) well, (12)  again, (13) so, (14) there, (15)  away, (16) always, (17) once, (18)  however, (19) often, (20) over, (21) perhaps, (22) thus, (23) yet, (24) too, dan (25) almost.[12]

VI.  CONJUNCTIONS

Conjunctions berfungsi menggabungkan unit-unit gramatika menbjadi satu. Ada dua macam conjunction: co-ordinating conjunctions dan subordinating conjunctions. Co-ordinating conjunctions menghgubungkan dua unit yang kedudukannya, dapat berupa klausa, frasa atau kata-kata tunggal (individual words). The commonest coordinating conjunctions adalah  ‘and’, ‘but’, and ‘or’: ‘I like coffee but I hate tea’; ‘toil,
envy, want, the patron or the goal’; ‘Jack and Jill went up the hill’. Subordinating conjunctions menghubungkan anak kalimat (subordinate clauses) kepada induk kalimat (main clause)nya. Subordinating conjunctions mencakup: ‘before’, ‘until’, ‘when’, ‘while’, ‘where’ (showing time relationships); ‘where’ (place); ‘if ’, ‘unless’ (condition); ‘if ’, ‘although’ (concession); ‘because’, ‘since’ (reason); ‘to’, ‘in order to’ (purpose); ‘so’, ‘so that’ (result). (Examples taken from LINC, undated, p. 335.)[13]

VIII. Preposisi

          Preposisi secara teknis adalah kata yang menunjukkan hubungan kata benda (noun) atau kata ganti benda (pronoun) dengan beberapa kata lain dalam kalimat. Preposisi berada di depan naun, pronoun, dan keterangan (modifier) mereka untuk membentuk prepositional phrase.  Kata benda  (noun) atau kata ganti benda (pronoun) dalam prepositional phrase disebut obyek proposisi (the object of the preposition).[14]
Contoh: Jimmy watched football on a big screen TV.
Berikut ini adalah kata-kata yang umum diterima sebagai preposisi.[15]
aboard

Beside
into
To
About
between
Near
Under
Across
toward
Above
Of
off
underneath
Despite
On
until
underneath
After
onto
Unto
Along
During
out
against
down
up
Around
Except
Outside
upon
At
for
over
Outside
With
Before
past
Within
below
in
Through
Without







Kadang-kadang preposisi dalam bentuk gabungan, seperti: along with, in front of, in spite of, on account of, or together with. Preposisi juga dapat digabungkan dengan kata kerja untuk membentuk phrasal verbs. Beberapa contoh phrasal verbs adalah: do without, put up with, look past, dan look over. Dalam  phrasal verb preposisi disebut particle.


[1]David Charlton Liana Robinson, Easy English Grammar 1, Compass Publishing, p. 8.  
[2]Joanne Kimes with Gary Robert Muschla, Grammar Shuck What to Do to Make Your Writing Much More Better, Adams Media Avon, Massachusetts, 2007, p.4
[3]Marc Lester, English Grammar Drill, McGrow Hill, New York, Chicago, San Pransico, Libon, London, Madrid, Mexico City, Milan, New Delhi, San Juan, Seoul, Sidney, Toronto, 2009, p. 3.
[4]Kimes, loc. cit.
[5]Lester, loc. cit.  
[6]Kimes, loc. cit.
[7]Lester, loc. cit.  
[8]Wikipedia, Verb, http://en.wikipedia.org/wiki/Verb, diunduh  12 Mei 2010.
[9]Mark Lester, English Grammar Drills, McGrow Hill, New York Chicago San Francisco Lisbon London Madrid  Mexico City, Milan New Delhi San Juan Seoul Singapore Sydney Toronto, 2009, p.18.

[10]Ibid, hal. 192
[11] English and Williamson,  Meeting the Standards in Primary English, Routledge Palmer, London and New York,  p.85.
[12]Laster, op. cit., p. 192-193.                                                                                           
[13] Ibid.
[14]Kimes, op. cit., p.21.
[15]Ibid., p. 21.

1 komentar:

  1. sy mahasiswi bpk kls D smester 2 HI,
    izin copy ya pak :)
    trims

    BalasHapus